Cerita dari Kota Untuk Borneo
Kamis, 29 Desember 2011 by Silvia Faradila in Label:

Banyak cerita, bertemu orang baru, keluarga baru dan pastinya cerita baru. 180hari lebih bersama, ada cerita setiap harinya. Bosan bertemu dengan orang-orang itu? pasti, dari pagi sampai malem dan pagi lagi berjumpa dengan mereka. Di kota kecil yang bisa dibilang kecil sekali, lima menit saja sudah bisa mengitari kota ini. Orang-orang yang hampir setiap hari itulah keluarga baruku disana, di tempat yang baru pertama kali aku datangi, sendirian, tak kenal satu pun orang disana. Awal mula disana seperti orang asing dan orang hilang yang tak tau arah. Dan ternyata masih ada tempat yang bisa dibilang jauh sekali dari kota, dan terdapat orang-orang seperti mereka disana. Orang yang aku anggap saudara itu, semuanya. Ada OB kantor, ada teman seperjuangan ada partner kerja, ada anak magang serta ibu-ibu para pekerja dan semuanya. Mereka pun sudah menganggap aku seperti keluarga sendiri juga.
 

Bosan, jenuh, penat, aku merasakan disana. Tidak ada hiburan, sama sekali. Hanya bebergapa gadget yg menemaniku. Internet dengan berita serta linimasa dan teman-teman di kota lain yg sering berbincang dgn 140 karakter itulah temenku di dunia maya. Satu orang yg dekat denganku disana, ya aku menemukan sahabat disana. Sampai skrg pun aku masih rutin berkomunikasi dengannya. Calon teman masa depan yg menemaniku di henpon dengan bentang jarak yg panjang dan skrg hanya sebagai seorang teman saja. Terima kasih buat supportmu ya :D Kita teman dan selamanya teman kok.


Enam bulan lebih, bukan waktu yang cepat untuk mengerti satu sama lain antara kami. Konflik pasti ada, dan itulah yang bisa membuat aku survive disana. Lingkungan baru, cuaca baru, tempat baru, dan pastinya pekerjaan baru. Rasa bosan dan ingin pulang pasti ada, apalagi saat lebaran tiba aku menikmati di pulau lain dan sendiri. Tapi adanya mereka aku bisa menikmati itu, dan disana menjadikan aku sosok yang mandiri, agak dewasa sedikit dibanding di Jogja :) Terima Kasih Bontang dan teman-teman. Mas adi, Dita, Mas Hari, Mas Anca, dll

Aku sudah di kota sekarang, dengan kemacetan dan cerita tentang sumpegnya ibukota. Kadang aku merindukan damai dan tentram disana, tp disisi lain bosan juga disana. Ah, semua itu ada plus dan minusnya :) Setidaknya ada cerita dari Bontang untuk anak cucuku kelak :D Kota Taman kata orang sana, namun sebenarnya tidak ada taman yg benar-benar taman, hanyalah gersang dan panas serta debu. Terima kasih untuk kehidupanku dan ceritanya :)

Happy Ied Mubarak
Senin, 29 Agustus 2011 by Silvia Faradila in Label:


Ramadhan di Pulau Sebrang
by Silvia Faradila in Label: ,

Ramadhan taun ini beda daripada taun biasanya yg aku habiskan di tanah jawa, tepatnya di Jogja selama hampir empat tahun. Ramadhan kali ini aku merasakan kultur dan suasana beda, ya aku di Bontang dan merasakan hal yg agak aneh disini. Kelebihan sejam dari waktu di jawa membuat perbedaan waktu yg cukup signifikan, kebiasaan sahur jam setengah empat atau jam empat skrg sahur jam setengah lima, dan tidak ada suara imsak disini. Tiba-tiba langsung adzan subuh. Bedug maghrib biasa setengah enam lebih, disini mau buka puasa nunggu jam setengah tujuh malam. Perut sudah keroncongan sekali itu hihihihi Di daerah PKT ada sejenis pasar kaget, semacam pasar sore di kauman Jogja sana atau seperti kita ngabuburit di kawasan UGM sana.

Yang dijual makanan ta'jil atau makanan kecil kue-kue, bingka dan makanan khas beberapa daerah. Ada gudeg, ada mie aceh, dan beberapa makanan khas kutai serta kalimantan sekitarnya. Ini berada di deket masjid Baituraman komplek Pupuk Kaltim. Rame benar kalau sudah mendekati waktu berbuka, sambil ngabuburit dan membeli beberapa makanan. Biasanya yang datang kadang masih pake seragam, entah itu PNS atau pegawai beberapa perusahaan sekitar daerah Bontang, Maklum Bontang ternyata mempunyai beberapa PT , ada yang bergerak di bidang tambang dan sebagainya. Kebanyakan warga disini adalah warga pendatang dari beberapa tempat di luar Bontang atau bahkan di luar pulau Kalimantan. Seperti aku contohnya, hehehe Jadi bahasa sehari-hari di Bontang malah kadang aku memakai bahasa Jawa atau Indonesia saja. Kalau ditanya bahasa lain aku tidak tahu,. Banyaknya kaum pendatang disini, membuat kota ini menjadi seperti kota industri, mereka datang hanya untuk bekerja dan mencari nafkah. Bahkan aku jarang bisa menemukan orang atau penduduk yang memang benar asli dari Bontang.
Oh ya, untuk sholat Tarawih aku juga merasakan hal yang berbeda, aku juga merasakan sholat Tarawih di beberapa tempat. Di masjid dekat kos, disana disediakan layar lcd untuk melihat khutbah sebelum sholat dan disediakan 10buah AC agar jama'ahnya bisa khusyuk dan tidak kepanasan. Kalau di masjid Baiturahman dikarenakan tempat sudah terbuka sehingga tidak disediakan AC, namun di sediakan layar proyektor untuk melihat khutbah. Di masjid Al-Falah disediakan 10buah AC juga agar jama'ah tidak gerah. Biasanya sholat Tarawih hanya 8raka'at dan 3raka'at witir. Di mulai dengan pukul 19.30WITA biasanya selesai pukul 21.00 atau 21.30 WITA. Yang mengisi khutbah biasanya mubaligh yang didatangkan dari Jawa. Hmmm, agak mewah ya dibandingkan aku biasa sholat di Jawa sana hehe

Menjelang lebaran biasanya masjid malah sepi, hampir semua memenuhi tempat belanjaan, ya walaupun di Bontang hanya terdapat Ramayana biasanya orang-orang disini memang konsumtif sehingga mau tidak mau mereka pergi ke Samarinda atau bahkan ke Balikpapan untuk memenuhi kebutuhan Lebaran. Kemarin sempat mampir ke Bontang Plaza tempat belanja kebutuhan, melihat sudah ada beberapa kue lebaran seperi nastar, kastengels dan lain sebagainya. Kaget banget ketika ngeliat harga, 95ribu padahal itu toples kecil dan kita juga belum tau rasa kue itu enak apa enggak, dalam hatiku mahal bener harga segitu ckckckck

Buatku, itu mahal banget, soalnya memang jarang sih keluargaku beli kue. Ibuk biasa bikin sih, malah kadang dapet pesenan kue. Oke taun ini, aku tidak menikmati semua kue dan masakan dari ibuk. Agak beda banget lebaran taun ini, aku berlebaran sendiri di pulau sebrang. Sekarang H-1 menuju lebaran dan miris aku masih saja berkutad dengan kerjaan hihihi
Malah besok lebaran aku hanya libur sehari, rabu sudah mulai kerja lagi. Resiko memang, tapi mendingan kerja juga sih daripada libur malah cengok bingung mau ngapain, akhirnya mewek sendirian deh di kos HAHAHAHA. Well, selamat kembali ke suci.

Mencoba dan Merasakan (3)
Rabu, 24 Agustus 2011 by Silvia Faradila in Label:


Hulor, kalo di jawa itu aku nyoba di Semarang namanya tahu gimbal, kalo disini ya Hulor. Tahu Telor atau disingkat Hulor, makanan yg menurutku lidahku bangetlah, sebenernya cuma tahu yg digoreng trus dibalut sama telur yg dikocok dulu, kemudian dikasih bumbu kacang yg dicampur dengan tauge. Harganya akhir-akhir naik, aku nyoba dari harga 9ribu kemudian jadi 10ribu karena harga telor naik eh skrg 11ribu karena kebutuhan semua naik. Padahal belum genap aku setaun harganya sudah naik terus, enak sih porsinya juga lumayan banyak. Kenyang. Kalau tahu gimbal kan ada campuran beberapa sayur yg tidak ada di Hulor. Besok aku mau cerita tentang tahu gimbal ala Bontang. Hulor ini hanya buka malem hari, antara jam5sore sampai habis kata si empunya, kadang siang-siang pengen Hulor akhirnya tergantikan dengan Gado-gado tapi ya sama dalam bumbu kacangnya aja sih *alibi*


Penampakan Hulor + Krupuk

Ikan baronang, ya aku baru merasakan makanan ini disini, kalo sebelum dimasak,ikan ini semacam ada bintik-bintiknya ini memang ciri ikan baronang tersebut. Enak, ya setelah dirasakan memang rasanya wenaaaak. Dibakar oke, digoreng apalagi enak sekali :) Untung harga memang mahal dan bukan main deh harganya se-ekor ikan baronang bakar bisa dihargai 40ribu, errrr menguras dompet sekali ya?untung kemarin aku ditraktir *nggal modal* mumpung ditraktir temen aku pun mencoba makanan yg belum pernah aku coba.

Ikan Baronang


Kalo rejeki nggak bakal kemana
Kamis, 18 Agustus 2011 by Silvia Faradila in Label: ,

Lolos 60 besar program ACIdetikcom tahun ini merupakan rejeki yg Alhamdulilah banget buatku. Cita-cita untuk menjelajah Indonesia pun terkabul akhirnya. Awalnya aku emang menanti pendaftaran program dari detikcom ini, dari cerita beberapa temanku yg menjadi petualang ACI2010 membuatku tambah berminat untuk mengikuti dan mencoba keberuntunganku. Ketika pendaftaran dibuka, aku jadi orang yg antusias bgt langsung aja daftar, beruntung adalah pas pengumuman 750besar aku masuk dalam list. Kemudian setiap peserta dikirimin imel untuk interview langsung ke kantor Detikcom untuk peserta yg berada di Jakarta dan sekitarnya dan untuk kandidat yg berada di luar jawa atau Jogja, Surabaya dll harus membuat video untuk menceritakan tentang diri sendiri dan kenapa cinta Indonesia. 

 
 Video ACI

Aku pun membuat video, bingung ide dan bagaimana mau di bikin apa, berkat bantuan teman untuk mengambil gambar akhirnya jadi juga videoku dan langsung ku kirim H-1 sebelum jatuh tempo. Baru mengirim lewat imel kurang lebih sejam, tiba-tiba layar ponselku menunjukkan kode nomer Jakarta. Aku angkat dan ternyata interview by phone oleh panitia ACIdetikcom. Disuruh menceritakan tentang aku, dan kenapa cinta Indonesia serta bercerita pengalaman berpetualang. Deg-degan dan campur senang saat ditelfon interview tersebut, perjuanganku belum selesai. Masih harus menyisihkan 749 orang lainnya untuk menjadi 60 petualang ACIdetikcom 2011. Berdoa dan berikhtiar, aku lakukan kalo emang rejeki nggak bakal kemana. Aku yakin itu, dan tiba-tiba ada imel masuk untuk mengisi formulir dan biodata peserta. Deg-degan ketika menjelang tanggal 18 Agustus, ya hari ini pengumuman. Dan dari semalem aku tidak bisa tidur menunggu hari ini. Tadi pagi sampai kantor yg aku buka, imel-web ACI-twitter @ACIdetikcom dan yg berhubungan dengan itu. Belum ada konfirmasi apapun, aku pun pasrah, kalo emang rejeki nggak bakal kemana. 


Mention ke akun @ACIdetikcom pun berdatangan aku ikut deg-degan lagi, akhirnya  akun tersebut mengumumka bahwa akan diadakan pengumuman yg lolos 60besar jam12.00WIB. Sedangkan di tempatku kelebihan sejam jadi aku harus menunggu sampai jam13.00WITA, tepat jam tersebut aku langsung menuju web yg di informasikan. Aku reload 2-3x belum juga muncul. Akhirnya setelah menunggu lima menit kemudian muncul.  Langsung aku buka, deg deg deg tambah cepat jantungku berdegup dan tanganku gemeteran megang mouse. Bismillah, dan yakin serta campur manis asem asin, apapun itu aku bersyukur. Sekali lagi kalo rejeki nggak bakal kemana, kalo lolos Alhamdulilah kalo tidak ya Alhamdulilah belum rejeki. Halaman pertama namaku belum muncul, aku sudah cukup down dan sudah ikhlas, aku menuju halaman kedua, hmm  namaku dari atas tidak muncul dan ...... ketika aku liat ..... ALHAMDULILAH :D
"Kalo rejeki nggak bakal kemana"

Sudahkah Bersedekah (?)
by Silvia Faradila in Label:

Kalimat bersedekah nampaknya akan menjadi kalimat yg booming di bulan ini, ya tepat sekali di bulan ramadhan menjadi bulan untuk berlomba-lomba mencari pahala. Bersedekah itu salah satunya dengan menyisihkan harta kita untuk orang yg tidak mampu. Betapa miris ketika kita makan dengan nikmat masih ada orang yg berkekuranga makan di sekitar kita. Bersedekah ikhlas itu yg susah menurutku, kata orang-orang jangan sampai tangan kiri tahu kalo tangan kanan memberi. Masih aja di itung-itung ujungnya, seperti contoh : Bersedekah 5.000 atau hanya 1.000 kita gampang sekali mengeluarkan uang segitu, untuk lebih dari itu pasti kita mikir sampai dua kali atau bahkan sepuluh kali lipat mengeluarkan uang lebih dari nominal tersebut. Sebenernya yg akan menilai ihlas dan tidak ikhlas itu ya Allah, toh Allah juga memberikan janji kepada kita :

“Barang siapa berbuat kebaikan, 
mendapat balasan 
sepuluh kali lipat amalnya.
Dan barang siapa berbuat kejahatan, 


dibalas seimbang dengan kejahatannya”
(QS. 6 Al An’a
m : 160)

Aku tidak akan menyampaikan apa saja manfaat sedekah. karena aku yakin pasti  semua sudah tahu. Kan dari SD juga udah diajarin oleh guru agama kita disekolah. Banyak sekali orang kurang beruntung disekitar kita, jika ada gerakan satu orang satu yaitu satu orang membantu satu orang lainnya akan makmurnya negara kita ini. 
Jadi, jangan tunggu punya duit baru sedekah. 
Justru sedekah supaya punya duit.
Jangan tunggu kaya baru sedekah. 
Justru sedakah supaya kaya.

Mari kita rubah kalimat

“Biar sedikit yang penting ikhlas”
menjadi
“Biar Gak Ikhlas yang penting banyak !”

Sudah Merdeka (?)
Rabu, 17 Agustus 2011 by Silvia Faradila in Label:

Katanya sih hari ini tepatnya 66tahun yang lalu Indonesia Merdeka, iya merdeka dari penjajah yg udah ngejajah Indonesia. Dan dari bangsa lain, Merdeka dari mereka saat itu. Perjuangan Bung Karno dan teman-teman sejawatnya, memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Pantaslah skrg mereka bisa kita sebut pahlawan, karena mereka kita bisa merasakan kemerdekaan dari penjajah, tidak ada lagi kerja rodi, tidak ada tanam paksa dan tidak ada lagi dibangunkan paksa oleh suara dentuman senjata. Bisa dibayangin pada masa itu, kakek nenek atau bahkan buyut kita merasakannnya, bersyukurlah sekarang kita tidak merasakan itu.

66tahun itu tidak serta merta berjalan dengan cepat, banyak sekali kejadian bahkan proses yang dilewati selama menginjak usia ini. Bapakku saja, hanya merasakan kemerdekan sampai 53tahun kemerdekaan Indonesia. Masih jaman era Pak Harto dan masih jaman hanya tiga partai merah,kuning,ijo. Kerasa banget jaman aku masih menginjak Sekolah Dasar, jaman itu aku hanya masih bisa senang-senang belum bisa mengerti apa itu kemerdekaan dan hanya bisa ikut senang memeriahkan karena banyak pawai dan hiruk pikuk kesibukan mempersiapkan kemerdekaan. Kemerdekaan jaman itu hanya aku tau dari buku sejarah, ya hanya dari buku sejarah yg di ajarkan oleh guruku, Rengasdengklok,  dan beberapa tempat lainnya.

Saat ini?setelah umurku menginjak angka kembar dua taun ini, kemerdekaan apa sih yg sudah aku capai?Kemerdekaan berekspresi, berpendapat, berkesenian, berpetualang dan banyak hal. Namun betapa mirisnya ketika melihat yang harusnya merdeka itu bangsa kita, Negara Kita ya Indonesia. Sudah Merdeka kah? Mungkin merdeka dari bangsa lain sudah, merdeka dari bangsa sendiri? Bolehlah kita flashback ke belakang, dari jaman pemerintahan Pak Karno, Pak Harto dan sampai sekarang jaman presiden SBY. Kemerdekaan apa sih? Banyak sekali problematika Indonesia, kadang sampai rumit aku saja sudah sampai malas mendengarkan bahkan melihat berita di Televisi. Miris rasanya melihat Indonesia yg dijajah oleh bangsanya sendiri. Ayolah Merdeka, untuk memerangi bangsa sendiri.


Perjuanganku mudah karena melawan bangsa asing. Perjuangan penerusku akan sulit karena melawan bangsa sendiri. 
-Ir Soekarno-

tempat kerja lama dan seisinya
Selasa, 16 Agustus 2011 by Silvia Faradila in Label: ,

Dan tiba-tiba juga aku rindu dengan tempat kerja lama dan seisinya. Sebelum aku memutuskan untuk ke pulau Kalimantan aku sempat merasakan beberapa kali kerja di beberapa tempat juga. Mulai dari jaga warnet, jaga distro, jadi barista di suatu kedai kopi, dan menjadi crew off air di sebuah stasiun radio ternama di Jogja serta menjadi disainer di studio photo yg cukup lama di Jogja juga. Kesempatan demi kesempatan itu aku jalani dengan baik-baik, dimana aku bisa belajar banyak dari semua tempat kerja tersebut. Belajar cari duit, belajar menjadi dewasa, belajar bekerja dalam tim, belajar dikejar deadline yg membuat otak jenuh, belajar cepat untuk beradaptasi, dan belajar mengerti beberapa karakter orang satu sama lain.

Dari semua tempat itu membuatku menjadi punya banyak teman, kenalan serta link di kota istimewa itu. Dan ketika aku harus keluar dari zona amanku itu memang berat, dimana aku sudah mendapatkan pekerjaan yg mumpuni kalo orang bisa ngomong dan sudah bisa menabung dan ketika aku sudah mempunyai banyak sekali teman dari berbagai komunitas. Istilahnya aku lagi eksis banget kemarin, dan aku memutuskan untuk keluar dari zona itu. Berat memang, tapi untuk kedepan yg lebih baik aku berusaha untuk melepaskan semuanya. Teman-teman yg sudah mengerti aku, teman dalam kerja, bercerita dan berbagi semuanya.

Ingat sekali jaman kerja di warnet, ada jam tertentu aku bisa memasukkan beberapa temanku untuk main internet dengan gratis. Dan untungnya buatku aku bisa bermain internet dengan puas, jaman itu jaman friendster, aku bisa bertemu beberapa teman yg sampai saat ini masih jd temanku. Kemudian beberapa bulan kerja di warnet aku move kerja di sebuah distro yg bernama "Tengkiu" yg berada di jalan kaliurang km.5, toko berwarna magenta itu juga sangat mempengaruhi hidupku skrg. Aku bisa tau beberapa lagu non mainstream dan beberapa teman yg sampai skrg pun mempengaruhi hidupku. Dibawah pohon, dan menikmati es jeruk dan beberapa gorengan dari burjo depan untuk menunggu pengunjung yg mau datang, masuk untuk melihat-lihat bahkan membeli dari toko magenta itu. Canda tawa dan cerita anak-anak yg datang hanya untuk menemani atau nongkrong di toko magenta membuatku merasakan suasana yg berbeda ketika bekerja disitu. 
   

Satu tahun aku bekerja disana, banyak cerita aku alamin. Dari dimarahin bos gara-gara lupa mati'in parfum, ya semuanya jadi kenangan skrg, dari situ aku bisa belajar disiplin karena kerja shift ya walaupun part time tp aku bisa. Karena sudah terbiasa kerja, maka selesai kontrak dengan toko magenta aku mencari kerja'an lain yg bisa aku sambi saat kuliah dan berawal dari iseng juga aku mengirimkan CV untuk mengisi pekerjaan di sebuah kedai kopi yang berada di selokan mataram. Logo tempat ngopi berhuruf K biru dan besar,disana aku menemui banyak tantangan. Dimana di tempat kerja ini, aku diharuskan untuk bekerja sampai pagi dan dibagi dengan beberapa shift. Serta melayani bebera customer yg bermacam-macam dari anak muda, sampai ekskutif muda atau bahkan bapak-ibu yg membawa serta keluarganya untuk sekedar menikmati secangkir kopi. Delapan bulan bekerja di tempat nongkrong yg mempunyai fasilitas wifi, itu kadang repot juga disaat wifi tidak menyala aku pun berubah menjadi orang yg sok ngeh IT, disamping itu bekerja disini juga diharuskan untuk gampang bergaul dan ber-adaptasi, karena kerja dengan beberapa orang yg mempunyai sifat serta watak yg berbeda-beda. Setiap sebulan sekali diadakan GM atau General Meeting serta GC atau General Cleaning dimana kita para barista berkumpul untuk sekedar meeting dan bersih-bersih kedai. Di keiko aku belajar meracik kopi, dan cara menikmati kopi dari berbagai tempat.

Masa delapan bulan belum selesai, aku sudah iseng lagi mencoba bekerja di tempat lain. Ya, disini di tempat kerja baru aku menikmatinya sekali, dan sangat senang dimana aku diharuskan mengurus beberapa event sebagai crew off air sebuah radio yg lumayan ternama di Jogja. Dari jadi runner, stage manager, jadi tukang motret sampai jadi LO dan apapun aku jalani disini. Pekerjaan yg dinikmati dan dilakukan dengan senang akan membawa ilmu yg sangat besar, hahaha sok bijak aku, tp memang ini terjadi padaku. Di pekerjaan ini aku menemui banyak hal baru serta beberapa orang baru dimana koordinasi dan komunikasi antar person sangat penting. Belajar dari event satu ke event satunya, dari yg mencapai target sampai dengan yg gagal, dari gaji per-event yg memuaskan dan ada yg mengecewakan. Canda tawa beberapa orang didalamnya serta persaudaraan di antara kami, ya ini menjadi seperti keluarga baru untukku selama hampir dua tahun dan sampai sekarang. Pojok H5, di kompleks bulaksumur, yg kadang kita bekerja sampai pagi untuk menyelesaikan pekerjaan atau bahkan kita sampai menginap disana. Aku sangat menikmatinya.

Karena bayaran kuliah semakin meninggi, uang kos naik dan beberapa kebutuhan banyak diperlukan. Mau tidak mau aku banting setir lagi, mencari pekerjaan yg bisa untuk memenuhi itu semua atau malah bisa untuk menabung, Di kuliahku yg sudah akan menempuh semester akhir, dan dengan mempunyai beberapa skill untuk mengolah dan mengotak-atik beberapa software. Dengan modal nekat, aku mencoba apply portfolio dan surat lamaran ke sebuah studio photo di Jogja. Dengan menimbang dan melihat kemampuanku, dan dengan keberuntungan akhirnya aku diterima bekerja di tempat itu. Dengan persyaratan aku tetap menjalani kuliahku, walau bekerja selama full time atau delapan jam. Capek memang tetep kuliah dan kerja full time, padahal di semester itu aku sedang sibuk-sibuknya dan banyak sekali tugas yg harus dikerjakan. Kadang aku suka mencurangi jam kerja, dengan memotong untuk kuliah tp dengan syarat sehari tetap delapan jam, seperti aku kuliah jam sepuluh, aku masuk kerja jam delapan sampai jam lima, jam sepuluh aku keluar untuk kuliah namun nanti aku nyambung lagi sampai malam. Disaat temen-temen sebayaku sedang asik berkumpul bercerita dan nongkrong, aku masih di tempat kerja sampai malam. Lelah memang, apalagi saat itu kadang aku masih menjalankan beberapa event di radio, kadang jadwal kerjaan yg bentrok memang, saat ada event aku harus mengorbankan kerjaan atau kuliah. Sering sekali kuliah yg aku korbanakan, sekedar mbolos atau nitip absen ke temen. Setaun tepat aku bekerja di Agatha Photo sebagai disainer atau Digital Imaging yg diharuskan mengejar deadline mengedit beberapa photo dan bahkan banyak photo dimana kadang berhadapan langsung dengan beberapa customer yg bermacam-macam. Alhamdulilah, dengan pekerjaan tersebut aku bisa menyelesaikan kuliahku, bahkan sebelum selesai kuliah aku sudah terbang meninggalkan zona amanku di Jogja. Karena aku suka tantangan akhirnya menerima tawaran untuk bekerja di tempat kerja baruku saat ini, sudah setengah tahun aku menikmati pekerjaan baru ini walaupun kadang juga megeli dengan sebuah birokrasi yg ribet. Mari kita nikmati saja. Sekarang, aku tinggal menunggu wisudaku Oktober besok, kadang kalau ingat jaman-jaman di Jogja, aku suka iri sekali liat temen-temen yg seumuranku bisa berkumpul dan bermain bersama, tapi disisi lain aku bangga pada diriku bisa menamatkan kuliah dengan biaya sendiri :)

bulan yang dinanti (?)
Senin, 15 Agustus 2011 by Silvia Faradila in Label:

Ramadhan taun ini terasa beda dengan taun-taun yang lalu, taun ini aku menikmatinya di Bontang Kaltim. Terasa banget bedanya disini, biasanya kita bangun sahur dibangunkan oleh teriakan dari masjid pertanda sahur dan imsak. Disini tidak sama sekali, imsak pun aku hanya berpacu pada selembar kertas yg aku ambil dari masjid deket kosku. Bahkan ketika aku sedang menghabiskan santap sahur, tiba-tiba sudah adzan subuh. Di tempat kerja jam kerja pun tetap dan tidak berbeda tidak ada potongan seperti para pegawai negri sipil lainnya, tetep jam7 pagi sampai dengan jam4sore. Adzan subuh disini sekitar jam5an pagi, sedangkan adzan maghrib sekitar jam setengah7 malem. Sebenernya sama aja kayak di jawa, hanya yg membedakan disini kelebihan sejam alias masuk dalam Waktu Indonesia Tengah. Menanti bedug maghrib dulu jaman masih di Jogja, aku selalu datang ke lembah UGM atau sekedar jalan-jalan mengitari kota Jogja dan mencari jajanan ta'jil. Bahkan sering mengadakan acara buka bersama bareng temen-temen, dan itu semua membuatku merasakan perbedaan yg sangat jauh dibanding disini. Di Bontang karena aku masih dibilang newbie jadi ya nunggu bedug maghrib hanya di kos atau cuma keliling kota Bontang yg dengan waktu 5menit sudah mengitari kota kecil ini. Paling tidak ada semacam pasar kaget sore yg berada di area Pupuk Kaltim. Selebihnya menunggu bedug ya hanya di kos saja. Alhamdulilah, ramadhan taun ini aku sudah mengenakan hijab, sebenernya sudah lama ingin menutup aurat namun kesiapan jiwa dan raga yg harus aku perlukan dulu. Tidak semata-mata hanya untuk gaya-gaya'an.


Bagi beberapa kalangan mungkin ini bulan yg dinanti dimana, kita berlomba-lomba dalam mencari pahala dan beribadah dengan tekun. Namun dilain hal ada beberapa oknum yang memanfaatkan bulan ini, miris memang mendengarnya tapi bagaimanapun juga inilah fakta yang terjadi :) Buatku bulan ini memang beda, selain kita menahan haus dan lapar di bulan ini kita juga diharuskan menahan hawa serta nafsu atau amarah sekali pun. Ini membuatku bisa belajar untuk bersabar dan mencoba memperbaiki diri, dimana kita bisa introspeksi diri. Aku juga berharap ramadhan ini lebih baik dengan ramadhan tahun lalu, dan bisa mendapatkan kemenangan di bulan ini. Well, untuk tahun ini aku memang merasakan ramadhan di kota orang dan akan kembali ke fitri di kota orang juga, berat memang karena ini pertama kalinya aku mengalami ramadhan dan lebaran bukan di tempat biasa kita melakukannya. Aku pasti bakal kangen masakan ibuk, suasana kumpul keluarga besar dan acara silaturahmi open house dan sebagainya. Ya, tahun ini tahun terberatku memang, tapi ini merupakan suatu tantangan dimana aku bisa belajar dari semuanya :D *sokbijak*